Secepat kedatangan bulan Agustus lalu
Cintaku kembali dalam diri
membersit , sewarna hijau alam
melingkar , sebulat bulan sabit
Denting piano kala kemari menari
Nada merambat pelan ke nadi
di keheningan malam yang sunyi
saat datang rintik hujan gerimis
Hadirkan sebuah bayangan abadi
yaitu, KAMU !
Selasa, 24 Mei 2016
Selasa, 17 Mei 2016
Puisiku ^^
Kala cinta datang mengetuk pintu hatiku
Pintu hatiku yang terisi yang lain
Ku beranikan membukanya
Berharap mendapat sambutan cinta yang lebih baik
Pintu hatiku yang terisi yang lain
Ku beranikan membukanya
Berharap mendapat sambutan cinta yang lebih baik
PANDANGAN TEORI SITUASIONAL MENURUT PARA AHLI
PANDANGAN TEORI SITUASIONAL MENURUT PARA AHLI
Teori situasional
berasal dari pelawanan kaum psikologis dan sosiologis terhadap teori sifat.
Para peneliti berusaha mengidentifikasi karakteristik yang berbeda tentang
keberhasilan pemimpin. Mereka menyusun perangkat khusus situasi yang relevan
untuk perilaku dan performa pemimpin. Variabel yang dianggap sebagai determinan
kepemimpinan, meliputi :
1. Perangkat
struktural organisasi (ukuran, struktur heirarkhis, dan formalisasi).
2. Iklim
organisasi (kekuatan posisi, tipe dan kesulitan tugas, dan aturan prosedural).
3. Karakteristik
bawahan ( pengetahuan dan pengalaman, toleransi terhadap keragaman,
tanggungjawab dan kekuasaan).
A.Pandangan
teori situasional Model Linkert
Menurut Rensis Likert (dalam Mustiningsih, 2013) Ada 4
sistem kepemimpinan yang dikembangkan yaitu sistem otoritatif dan eksploitif, sistem
otoritatif dan benevolent, sistem konsultatif, dan sistem partisipatif.
B. Pandangan teori situasional menurut
Reddin
Menurut Reddin dalam wahjosumidjo (1992, h. 74) dinyatakan
ada tiga pola dasar yang dapat digunakan unuk menetapkan pola perilaku
kepemimpinan yang biasa disebut dengan Model Kepemimpinan Situasional Tiga
Dimensi. Model tersebut antara lain
Selasa, 10 Mei 2016
Seruan Hati
Masa hidup yang terus berlangsung
Yang tak pernah tahu akan berhilir di mana
Pasang surut masalah ibarat fluktuasi
Menemukan serpihan masa lalau atau kepingan masa datang
Membawanya dalam ketidakpastian
Hari yang terlewati penuh cinta dan sayang
Dan sekitar yang penuh dengan caci hina dan isu
Tak hentinya berfikir
Apa yang akan mendatang ?
Yang tak pernah tahu akan berhilir di mana
Pasang surut masalah ibarat fluktuasi
Menemukan serpihan masa lalau atau kepingan masa datang
Membawanya dalam ketidakpastian
Hari yang terlewati penuh cinta dan sayang
Dan sekitar yang penuh dengan caci hina dan isu
Tak hentinya berfikir
Apa yang akan mendatang ?
Selasa, 03 Mei 2016
KEPEMIMPINAN EFEKTIF: PANDANGAN TEORI PERILAKU (TWO DIMENSIONAL LEADERSHIP)
KEPEMIMPINAN EFEKTIF: PANDANGAN
TEORI PERILAKU
(TWO DIMENSIONAL LEADERSHIP)
A. Pengertian
Teori Perilaku dalam Kepemimpinan Efektif
Teori Perilaku
disebut juga dengan hawthorne effect
karena diperoleh dari hasil penelitian atas perusahaan listrik Howthorne Works di luar kota Chicago
yang dilakukan oleh kelompok peneliti dari Harvard pada tahun 1925. Teori ini
mengatakan bahwa para pegawai akan meningkatkan produktivitasnya jika mereka
mendapatkan perhatian khusus dari manajemen. Teori ini juga menekankan pada apa
yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Dikemukakan, terdapat perilaku yang
membedakan pemimpin dari yang bukan pemimpin. Jika suatu penelitian berhasil
menemukan perilaku khas yang menunjukkan keberhasilan seorang pemimpin, maka
implikasinya ialah seseorang pada dasarnya dapat dididik dan dilatih untuk
menjadi seorang pemimpin yang efektif. Keberhasilan kepemimpinan tidak
semata-mata ditentukan oleh karakter personal, tetapi justru banyak ditentukan
dari apa yang dilakukan pemimpin. Keefektifan kepemimpinan banyak tergantung
pada perilaku yang diterapkan pemimpin dalam situasi organisasi. Menurut Wiyono
(2013), salah satu teori kepemimpinan berbasis pada perilaku adalah teori yang
dikembangkan oleh Universitas lowa. Melalui serangkaian eksperimen kepemimpinan
dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:
Langganan:
Postingan (Atom)


